Buat para penggemar animasi, khususnya Pixar, pasti sudah nggak asing lagi dengan berbagai teori liar yang muncul di internet. Salah satu yang paling populer adalah The Pixar Theory—sebuah teori yang menyatakan bahwa seluruh film Pixar sebenarnya berada dalam satu semesta yang sama dan tersusun dalam satu garis waktu besar. Teori ini pertama kali di populerkan oleh Jon Negroni, dan sejak itu berkembang jadi bahan diskusi seru di kalangan pecinta film.
Walaupun teori ini nggak pernah di konfirmasi secara resmi oleh Pixar, banyak petunjuk kecil yang bikin fans semakin curiga. Mulai dari kemunculan karakter yang muncul di film lain, objek yang di pakai ulang, sampai tema besar soal hubungan manusia, mesin, dan makhluk hidup lainnya. Jadi, apakah benar semua film Pixar ada dalam satu timeline? Yuk kita bahas lebih dalam.
Apa Itu Pixar Theory?
Pixar Theory adalah sebuah gagasan besar yang menyatukan seluruh film Pixar ke dalam satu jalur cerita besar. Teori ini mencoba menjelaskan bagaimana manusia, hewan, mainan, monster, dan robot bisa eksis dalam satu dunia yang sama, hanya pada waktu yang berbeda.
Secara sederhana, teori ini menyebut bahwa:
-
Kekuatan emosional adalah energi — energi ini muncul dari emosi makhluk hidup dan bisa di manfaatkan oleh berbagai pihak, seperti perusahaan energi di film Monsters Inc.
-
Teknologi manusia semakin cerdas sampai akhirnya menciptakan mesin yang punya kesadaran, seperti dalam The Incredibles dan WALL-E.
-
Hewan dan benda mati bisa hidup berkat pengaruh energi manusia, seperti dalam Ratatouille dan Toy Story.
-
Perjalanan waktu terjadi dan menjadi kunci hubungan antara dunia manusia dan monster.
Teori ini sebenarnya lebih condong ke analisis kreatif dari para fans dibandingkan penjelasan resmi. Tapi serunya teori ini adalah bagaimana semua potongan puzzle seakan pas kalau disusun bersama.
Baca Juga:
Studio Ghibli Rilis Film Baru yang Menarik, Simak Di Sini Bocoran Ceritanya
Kalau mengikuti teori ini, timeline Pixar dimulai dari film-film seperti:
1. Brave (Abad Pertengahan)
Dalam Brave, kita melihat penyihir misterius yang bisa mengubah manusia menjadi hewan. Banyak orang percaya bahwa penyihir ini punya hubungan dengan fenomena lain yang terjadi di film-film Pixar setelahnya. Misalnya, kemampuan makhluk-makhluk untuk hidup seperti manusia, atau benda yang punya kesadaran.
Pintu-pintu yang muncul di film ini juga di sebut-sebut sebagai cikal bakal teknologi door traveling yang dipakai monster di Monsters Inc. Bahkan, ada teori bahwa penyihir itu adalah Boo ketika sudah dewasa dan bisa menjelajahi waktu. Gila sih kalau bener!
Di era selanjutnya, manusia mulai hidup berdampingan dengan makhluk lain yang punya kecerdasan hampir setara manusia.
2. Toy Story (1990-an – 2000-an)
Mainan di Toy Story hidup karena adanya energi emosi dari manusia—anak-anak khususnya. Semakin di cintai sebuah mainan, semakin kuat pula “kehidupan” yang mereka miliki. Ini selaras dengan konsep energi emosional yang muncul di film Monsters Inc.
Konflik antara Woody dan Buzz sebenarnya menggambarkan bagaimana teknologi baru (mainan modern) mulai menggantikan yang klasik, mirip dengan konsep perkembangan mesin di film Pixar lain.
3. Ratatouille & Finding Nemo
Lompat ke dunia hewan, kita lihat bahwa hewan mulai menunjukkan kecerdasan luar biasa. Remy di Ratatouille bisa memahami manusia, mengatur dapur, bahkan memasak. Di Finding Nemo, kita lihat ikan-ikan berkomunikasi dengan kompleks, punya kultur, bahkan sistem.
Menurut teori Pixar, kecerdasan ini bukan kebetulan, tapi akibat paparan energi manusia selama ribuan tahun.
Di fase ini, manusia dikisahkan semakin bergantung pada teknologi.
4. The Incredibles (Masa Modern Alternatif)
Teknologi mulai berkembang pesat dan manusia melahirkan generasi dengan kekuatan super. Banyak yang percaya bahwa mesin berkecerdasan buatan seperti robot Omnidroid adalah awal dari era dominasi mesin, yang pada akhirnya mengarah ke WALL-E.
5. Cars (Masa Setelah Kehilangan Manusia)
Ini bagian teori yang cukup mindblowing: Cars terjadi setelah manusia hilang dari bumi. Kehidupan terus berjalan tapi dikuasai oleh mobil yang memiliki kesadaran. Mereka punya kota, budaya, sampai balapan sendiri.
Jika mengikuti teori ini, mobil-mobil itu sebenarnya mengambil alih dari manusia karena sudah terlalu bergantung pada teknologi otomatis.
6. WALL-E (Jauh di Masa Depan)
WALL-E adalah puncak dari era mesin. Bumi sudah ditinggalkan manusia, hanya tersisa robot kecil yang masih bertahan membersihkan sampah. Ini sejalan dengan gagasan bahwa mesin akhirnya menjadi entitas paling dominan ketika manusia pergi.
Di film ini, manusia digambarkan berubah sangat drastis karena bergantung penuh pada robot dan mesin otomatis, mengarah ke kehidupan yang makin jauh dari bumi.
7. Monsters Inc (Masa yang Sangat Jauh Setelah WALL-E)
Dalam Pixar Theory, monster bukanlah makhluk dari dunia lain, tapi evolusi dari hewan yang bertahan setelah manusia dan mesin hilang. Karena energi manusia di perlukan untuk kelangsungan hidup mereka, monster menciptakan mesin untuk menjelajahi masa lalu dan mengumpulkan energi dari tawa anak-anak.
Pintu-pintu teleportasi sebenarnya dianggap sebagai mesin waktu. Ini menjelaskan gimana Sulley bisa kembali pada Boo, walaupun waktu seharusnya berjalan terus.
Banyak penggemar percaya bahwa Boo yang sangat terobsesi dengan Sulley akhirnya jadi penyihir dalam Brave karena ingin menemukan kembali monster bulu biru itu. Ini yang bikin teori Pixar terasa masuk akal sekaligus menyentuh.
Apakah Semua Ini Sengaja Dibuat Pixar?
Kalau melihat semua petunjuk kecil seperti munculnya karakter Easter Egg, gaya visual yang mirip, sampai tema besar tentang hubungan manusia dan teknologi, rasanya memang menggoda untuk percaya bahwa Pixar melakukan semua ini secara sengaja.
Tapi Pixar sendiri nggak pernah memberi pernyataan resmi bahwa semua filmnya terhubung dalam satu timeline. Bisa jadi ini hanya kreativitas fans yang menghubungkan titik-titik kecil menjadi sebuah gambaran besar.
Walaupun begitu, teori ini berhasil membuat banyak orang menikmati film Pixar dengan cara yang berbeda seperti mencari petunjuk kecil, memikirkan makna besar di balik cerita, atau sekadar merangkai timeline dalam imajinasi mereka.